KHITAN DI MASA PANDEMI COVID-19

Pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19 yang merebak di Indonesia sejak awal bulan lalu tidak hanya berdampak serius pada kesehatan masyarakat namun mulai mengancam stabilitas ekonomi Tanah Air.

Bahkan, ekonomi Indonesia diprediksi dapat masuk ke dalam skenario terburuk selama masa pandemi ini.

Pembatasan sosial (physical distancing) kini telah ditingkatkan menjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan secara resmi telah diterapkan pemerintah. Tentunya, kebijakan tersebut meningkatkan risiko sektor industri menghadapi gangguan signifikan dari sisi rantai pasokan, tenaga kerja, kesinambungan bisnis hingga arus kas mereka(Bisnis.com, JAKARTA ) 

"Dampak ekonomi dari apa yang kita alami sekarang belum pernah terjadi sebelumnya tetapi masih ada peluang untuk kita keluar lebih kuat dari sebelumnya," ujarnya seperti dikutip melalui Entrepreneur, Selasa (2/6).

Lalu sebagai pebisnis langkah apa yang harus dilakukan agar usaha yang mungkin sudah Anda besarkan bertahun-tahun bisa terselamatkan?

5 Cara Untuk Menyelamatkan Bisnis Saat Krisis

Sebagian besar bisnis sangat terganggu dan terdampak negatif dari krisis, terlebih dengan pandemi virus corona yang masih berlangsung saat ini meskipun beberapa negara sudah melakukan pelonggaran kebijakan.

Setelah Anda menstabilkan bisnis Anda, saatnya untuk fokus pada masa depan. Berikut adalah 5 cara untuk memutar bisnis Anda agar tidak hanya bertahan, tetapi juga untuk berkembang:

1. Merangkul sistem digital

Jika Anda terutama kehabisan toko batu bata dan mortir, saatnya untuk menemukan versi digital dari pekerjaan apa pun yang Anda lakukan.

Hal yang dapat dilakukan antaera lain emanfaatkan e-commerce, melakukan sesi pertemuan atau konsultasi secara virtual, restoran telah sangat terpukul oleh pandemi, dan banyak yang telah beralih ke pengiriman online dan membatasi pesanan yang dibawa pulang,

Dengan semua orang terjebak di rumah, permintaan untuk konten online lebih tinggi dari sebelumnya.

2. Manfaatkan aset dan sumber daya yang ada

Manfaatkan aset dan sumber daya yang tersedia saat ini dan selaraskan dengan kebutuhan pelanggan Anda.

Tanyakan pada diri sendiri: Apa yang paling dibutuhkan orang saat ini? Bagaimana perusahaan Anda dapat memenuhi kebutuhan itu dengan sumber daya yang ada? Jika bisnis Anda tidak dapat beroperasi, apakah ada cara untuk berporos ke sistem digital atau bisnis lain yang dianggap penting?

3. Perdalam loyalitas dengan pelanggan eksisting

Jadilah nyata, otentik dan transparan terkait upaya Anda untuk melayani pelanggan sebaik mungkin dan beri tahu mereka bagaimana mereka dapat mendukung bisnis Anda.

Pelanggan yang setia adalah aset dan duta bagi perusahaan Anda. Terus jaga hubungan yang kuat dengan klien baik secara langsung, individu, melalui buletin, atau media sosial.

Dengan semakin waktu yang dihabiskan orang online, ini adalah waktu yang tepat untuk berbagi konten yang relevan dan menarik terkait dengan bisnis Anda.

4. Jelajahi manfaat kolaborasi

Kemitraan dapat memberikan Anda akses ke pelanggan baru, produk baru, atau pasar baru.

Penting juga untuk berkolaborasi dengan bisnis lain untuk mendapatkan dukungan dan ide. Menjadi bisnis lokal atau kecil bisa terasa terisolasi, tetapi ada kekuatan dalam kemitraan dan ide yang melimpah.

Berusahalah untuk selalu terhubung, apakah itu bisnis tetangga, kamar dagang lokal, grup perdagangan industri, atau bahkan grup Facebook atau LinkedIn.

5. Coba, gagal, coba lagi!

Tidak semua yang Anda coba akan berhasil. Dan itu tidak masalah. Selalu perhitungkan risiko untuk gagal, lalu bangkit. Mungkin diperlukan beberapa upaya untuk mencari tahu cara apa yang cocok untuk Anda, namun pada akhirnya kegigihan akan terbayarkan.

Perusahaan paling sukses dan terkenal di dunia bahkan telah mengalami banyak kegagalan, beberapa di antaranya Anda mungkin bahkan tidak ingat, seperti media sosial Google "Orkut", ketika Coca Cola meluncurkan "Coke Max", dan telepon "Fire" keluaran Amazon.

Jika bisnis Anda sangat terpengaruh oleh krisis saat ini, Anda tidak sendirian. Penting untuk diingat bahwa perusahaan hebat dapat dibangun di masa sulit.

Banyak dari perusahaan sukses yang Anda lihat hari ini, sebut saja WhatsApp, Uber, Credit Karma, Pinterest, Slack, Venmo, dan Square semua didirikan selama Resesi 2008.

Jangan takut untuk melakukan perubahan. Fokus pada kelebihan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk bangkit

Seperti halnya para Juru khitan saat ini, sekolah libur panjang secara fisik, karena belajar digantikan dengan daring atau belajar via on line seharusnya waktunya anak-anak saat libur itu juga saatnya panen bagi para juru khitan. Akan tetapi sekarang ini banyak yang masih takut untuk mengkhitankan anaknya karena faktor diatas. Semoga 5 hal diatas menjadi bahan pertimbangan dalam setiap usaha kita, termasuk para juru khitan, Rumah khitan, dll.

contoh terobosan yang dilakukan dibawah ini

Layanan khitan di rumah pasien saat pandemi COVID-19


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lupa kalau sudah pernah buat blog...